Publikasi "Statistik Indonesia 2026" (Indonesia dalam Angka 2026) dijadwalkan rilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir Februari 2026. Hingga saat ini, BPS telah merilis berbagai Berita Resmi Statistik (BRS) yang mencakup indikator ekonomi makro dan sosial untuk periode awal tahun 2026.
Berikut adalah ringkasan data dan agenda statistik utama Indonesia tahun 2026:
1. Indikator Ekonomi Makro (Data Januari/Februari 2026)
- Inflasi: Inflasi tahunan (YoY) pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,55%, meningkat dari 2,92% pada bulan sebelumnya.
- Pertumbuhan Ekonomi: BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2025 melalui rilis resmi pada 5 Februari 2026 untuk melengkapi gambaran performa ekonomi tahunan sebelum publikasi buku utama.
- PDB: Estimasi awal PDB Indonesia untuk tahun 2026 diprediksi mencapai $6,522 triliun dalam istilah Purchasing Power Parity (PPP).
2. Sensus Ekonomi 2026 (SE2026)
Tahun 2026 merupakan tahun pelaksanaan Sensus Ekonomi ke-5 yang dilakukan setiap 10 tahun sekali.
- Jadwal Pelaksanaan: Pendataan lapangan akan dilaksanakan mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026.
- Cakupan: Meliputi seluruh pelaku usaha non-pertanian, baik perorangan maupun badan usaha di seluruh wilayah Indonesia.
- Tujuan: Memotret kondisi ekonomi secara menyeluruh untuk membantu perumusan kebijakan nasional.
3. Data Kependudukan & Sosial
- Jumlah Penduduk: Estimasi jumlah penduduk Indonesia per pertengahan 2025 mencapai 286,69 juta jiwa, yang menjadi basis data proyeksi untuk tahun 2026.
- Profil Kemiskinan: Data terbaru mengenai tingkat kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran (Gini Ratio) posisi September 2025 baru saja dirilis pada awal Februari 2026.
4. Akses Data dan Publikasi
Anda dapat memantau rilis data terbaru atau mengunduh publikasi versi digital melalui:
- Portal Publikasi BPS: bps.go.id/id/publication untuk mendapatkan buku Indonesia dalam Angka.
- Berita Resmi Statistik (BRS): Update bulanan mengenai ekspor-impor, pariwisata, dan transportasi.
Data BPS Januari 2026 menunjukkan
inflasi year-on-year (yoy) Indonesia mencapai 3,55%, dengan inflasi month-to-month (mtm) sebesar -0,15%. Pertumbuhan ekonomi 2025 tercatat 5,11%, dengan kemiskinan 8,25% (September 2025) dan TPT 4,85% (Agustus 2025). BPS akan menyelenggarakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) pada 1 Mei–31 Juli 2026.Berikut ringkasan indikator utama BPS Indonesia awal 2026:
- Inflasi (Januari 2026): 3,55% (yoy), sedikit di atas target, dengan IHPB sebesar 106.
- Ekonomi (2025): Pertumbuhan ekonomi 5,11%.
- Sosial (September 2025): Kemiskinan 8,25%, Gini Rasio 0,363, dan IPM 75,9.
- Ketenagakerjaan (Agustus 2025): Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 4,85%.
- Sektor Eksternal (Desember 2025): Nilai ekspor juta, imporjuta, neraca perdagangan surplusjuta.
- Sensus Ekonomi 2026 (SE2026): Pendataan seluruh unit usaha (non-pertanian) mulai 1 Mei-31 Juli 2026 untuk memotret ekonomi digital, hijau, biru, serta UMKM hingga usaha besar.
Data ini menjadi basis perencanaan ekonomi dan investasi strategis, serta bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.
No comments:
Post a Comment