Berdasarkan data kependudukan dan proyeksi RKPD Kabupaten Brebes, penurunan angka kelahiran dibanding kematian (pertumbuhan penduduk negatif) cenderung terjadi di beberapa wilayah padat penduduk, terutama di pusat kota atau kecamatan dengan tingkat urbanisasi tinggi di mana kesadaran KB tinggi.
Meskipun data spesifik per desa untuk akhir tahun 2026 belum dipublikasikan secara final, berikut adalah beberapa desa di Brebes yang secara historis memiliki laju kelahiran rendah atau berada di wilayah kecamatan dengan potensi penurunan penduduk (pertumbuhan rendah) berdasarkan BPS Brebes Dalam Angka 2023-2025 dan Rancangan RKPD 2026:
Wilayah/Kecamatan dengan Indikasi Penurunan (Pertumbuhan Rendah):
- Kecamatan Brebes (Pusat Kota): Meliputi Kelurahan Brebes, Banjaranyar, Gandasuli, Kaligangsa, dan Kaliwlingi. Wilayah ini memiliki tingkat pendidikan dan akses kesehatan yang baik, yang sering kali sejalan dengan penurunan jumlah angka kelahiran (TFR/Total Fertility Rate di Brebes cukup rendah, sekitar 2,12).
- Kecamatan Wanasari: Desa-desa di kecamatan ini memiliki kepadatan tinggi.
- Kecamatan Bumiayu: Wilayah perkotaan di bagian selatan Brebes, yang sering kali memiliki laju pertumbuhan penduduk lebih rendah dibanding pedesaan.
Faktor Penyebab Penurunan (Proyeksi 2026):
- Pengendalian Kelahiran: Suksesnya program KB di pusat kecamatan.
- Urbanisasi: Perpindahan penduduk keluar (migrasi keluar) dari desa ke kota.
- Peningkatan Kualitas Hidup: Kesadaran akan perencanaan keluarga yang lebih matang.
Catatan: Data akurat mengenai jumlah kelahiran vs kematian per desa tahun 2026 secara riil hanya tersedia melalui laporan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Brebes pada akhir tahun berjalan (BPS Brebes Dalam Angka 2026 atau 2027).
No comments:
Post a Comment