Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, salam kebajikan. Rangkaian sapaan tersebut merupakan wujud salam lintas agama di Indonesia, mencerminkan kerukunan, toleransi, dan keberagaman. Sapaan ini lazim digunakan dalam forum resmi maupun sosial untuk menghormati seluruh umat beragama.
Berikut adalah rincian dari sapaan tersebut:
- Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh: Islam (Semoga kedamaian, rahmat Allah, dan berkah-Nya tercurah kepadamu).
- Salam Sejahtera: Umum/Nasional.
- Om Swastiastu: Hindu (Semoga dalam keadaan selamat atas karunia Hyang Widhi).
- Namo Buddhaya: Buddha (Terpujilah Sang Buddha).
- Salam Kebajikan: Konghucu/Umum (Wei De Dong Tian - Hanya kebajikanlah yang bisa menggerakkan Tuhan).
Rahayu.
Rangkaian kalimat tersebut adalah salam lintas agama yang umum digunakan di Indonesia sebagai pembuka pidato resmi, acara kenegaraan, atau sambutan untuk mencerminkan keberagaman, kerukunan, dan toleransi antarumat beragama. Salam ini menggabungkan salam dari berbagai agama yang diakui di Indonesia.
Berikut rincian maknanya:
- Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh: Salam umat Islam, berarti "Semoga Allah melimpahkan keselamatan, rahmat, dan keberkahan-Nya kepada kalian".
- Salam Sejahtera bagi Kita Semua: Ucapan umum untuk mengharapkan kedamaian/keselamatan.
- Om Swastiastu: Salam umat Hindu, berarti "Semoga dalam keadaan selamat atas karunia Hyang Widhi".
- Namo Buddhaya: Salam umat Buddha, berarti "Terpujilah Sang Buddha".
- Salam Kebajikan: Salam umat Konghucu, yang berarti salam kebaikan atau Wei De Dong Tian.
Kadang ditambahkan juga Shalom (umat Kristen/Katolik) dan Rahayu (ajaran Jawa/nusantara) untuk memperkuat pesan persatuan.
No comments:
Post a Comment