Fenomena merasa "digenjot", ditindih, atau melakukan aktivitas seksual saat tertidur namun tidak mengingatnya secara jelas atau lupa setelah bangun tidur adalah hal yang bisa dijelaskan secara medis, umumnya berkaitan dengan parasomnia (gangguan perilaku tidur) atau sleep paralysis (ketindihan).
Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab mengapa Anda tidak mengingat kejadian tersebut:
1. Sexomnia (Aktivitas Seksual Saat Tidur)
Ini adalah jenis parasomnia di mana seseorang melakukan tindakan seksual (seperti masturbasi atau bersetubuh) saat sedang tidur.
- Mengapa Lupa: Karena aktivitas ini terjadi saat otak tidak dalam keadaan sadar penuh (biasanya transisi dari tidur dalam ke terjaga), bagian otak yang memproses memori jangka panjang tidak aktif, sehingga kejadian tersebut tidak terekam dalam ingatan.
2. Sleep Paralysis (Ketindihan) dengan Halusinasi
Ketindihan adalah kondisi di mana otak sudah bangun, tetapi otot tubuh masih lumpuh (fase REM). Seringkali ini disertai halusinasi visual atau fisik yang menakutkan.
- Perasaan "Digenjot": Halusinasi saat ketindihan seringkali terasa sangat nyata, seperti ada tekanan di dada, sesak, atau merasa ada yang menindih/menggerakkan tubuh.
- Mengapa Lupa/Kabur: Saat terbangun, otak mencoba memproses kejadian tersebut. Namun, karena ini adalah bentuk halusinasi, memori tersebut bisa terasa seperti mimpi buruk biasa, sehingga sering terlupakan atau terasa samar saat bangun sepenuhnya.
3. Fase Transisi Tidur (REM ke Terjaga)
Kejadian tersebut terjadi saat Anda berada di fase tidur REM (Rapid Eye Movement), di mana mimpi terjadi. Jika Anda terbangun atau "setengah bangun" di fase ini, pengalaman halusinasi seksual atau penindihan terasa nyata, tetapi memori tersebut tidak tersimpan dengan baik karena otak belum sepenuhnya sadar.
Mengapa Sering Lupa Kejadian?
- Amnesia Tidur: Otak manusia memang membatasi penyimpanan memori saat tidur, terutama saat terjadi gangguan tidur.
- Tingkat Stres/Kelelahan: Stres berat, kurang tidur, atau pola tidur yang tidak teratur dapat memicu kejadian ini.
Apa yang Harus Dilakukan?
Secara medis, ketindihan atau parasomnia ini umumnya tidak berbahaya, tetapi bisa mengganggu kualitas tidur.
- Perbaiki Kualitas Tidur: Usahakan tidur teratur, tidak begadang.
- Kelola Stres: Lakukan relaksasi sebelum tidur.
- Konsultasi Dokter: Jika terjadi berulang kali, sangat mengganggu, atau menimbulkan rasa takut untuk tidur, disarankan untuk berkonsultasi dengan spesialis tidur atau dokter saraf.
Disclaimer: Jawaban ini berdasarkan informasi medis umum (termasuk ketindihan/sleep paralysis) dan bukan diagnosis. Jika keluhan berlanjut, konsultasikan ke dokter.
Kondisi tidak ingat telah melakukan atau mengalami aktivitas seksual saat sedang tidur secara medis dikenal sebagai Seksomnia (salah satu jenis parasomnia atau gangguan perilaku tidur).
Berikut beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi:
- Seksomnia: Ini adalah kondisi di mana seseorang melakukan aktivitas seksual—seperti menyentuh pasangan atau berhubungan intim—dalam keadaan tidur lelap. Karena terjadi pada fase tidur non-REM (tidur dalam), bagian otak yang mengatur memori tidak aktif, sehingga pelaku biasanya benar-benar tidak ingat kejadian tersebut saat bangun.
- Amnesia Tidur: Secara alami, otak seringkali gagal menyimpan memori tepat sebelum atau selama transisi ke fase tidur lelap (amnesia mesograde).
- Faktor Pemicu: Gangguan ini sering dipicu oleh beberapa hal seperti:
- Kelelahan yang luar biasa atau kurang tidur.
- Konsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu yang mengganggu siklus tidur.
- Stres berat atau kecemasan.
- Kondisi medis lain seperti sleep apnea (henti napas saat tidur).
No comments:
Post a Comment