Monday, 9 February 2026

kota kota di jawa tengah yang menurun jumlah angka kelahiran dibanding kematiannya 2026

 Berdasarkan tren kependudukan dan data kependudukan hingga awal 2026, beberapa kota besar di Jawa Tengah mengalami penurunan angka kelahiran yang signifikan, bahkan mendekati atau memiliki selisih kecil dengan angka kematian, yang menandakan potensi penurunan pertumbuhan populasi alami.

Berikut adalah kota-kota di Jawa Tengah yang terindikasi mengalami penurunan angka kelahiran dibanding kematian:
  • Kota Semarang: Angka kelahiran di Kota Semarang menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir, yang ditandai dengan penurunan penerbitan akta kelahiran dan faktor ekonomi serta migrasi. Data menunjukkan tren penurunan fertilitas, bahkan angka kematian bayi sempat tercatat tinggi sebelum ada upaya penurunan signifikan.
  • Kota Surakarta (Solo): Sebagai salah satu daerah terpadat di Jawa Tengah, Solo memiliki tingkat kepadatan tinggi yang cenderung berkorelasi dengan penurunan angka kelahiran total (TFR) seiring dengan peningkatan kesadaran keluarga berencana.
  • Kota Pekalongan: Sebagai kota dengan kepadatan tinggi (terpadat ke-3 di Jateng), Pekalongan juga mengalami tekanan demografi serupa di mana pertumbuhan penduduk alami melambat.
  • Kota Tegal: Mengikuti tren kota-kota maju lainnya, Kota Tegal juga mengalami penurunan angka fertilitas, terutama dengan fokus penurunan angka kematian ibu dan bayi yang didukung pemerintah.
Faktor Utama:
Penurunan ini didorong oleh keberhasilan program keluarga berencana, perubahan gaya hidup (potensi childfree), faktor ekonomi, dan peningkatan pendidikan, terutama di daerah perkotaan.
Catatan: Meskipun angka kelahiran turun, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga aktif menurunkan angka kematian ibu dan bayi secara drastis.

No comments:

Post a Comment