Monday, 9 February 2026

kecamatan kecamatan di brebes yang menurun jumlah angka kelahiran dibanding kematiannya 2026

 Berdasarkan proyeksi dan data demografi terbaru hingga awal 2026, Kabupaten Brebes sedang mengalami transisi demografi di mana beberapa wilayah kecamatan mulai menunjukkan penurunan angka kelahiran yang diiringi dengan angka kematian yang relatif tinggi, terutama di wilayah perkotaan atau padat penduduk.

Berdasarkan analisis tren data kelahiran/kematian (data 2021-2023) dan proyeksi dalam Dokumen RKPD/Kabupaten Dalam Angka, beberapa kecamatan yang cenderung menunjukkan tren tersebut antara lain:
  • Kecamatan Brebes (Pusat Kota): Sebagai pusat pemerintahan, wilayah ini seringkali memiliki angka kelahiran yang lebih terkontrol (menurun) karena kesadaran KB yang lebih tinggi, sementara angka kematian berimbang dengan jumlah penduduk yang padat.
  • Kecamatan Tanjung: Wilayah ini sering mencatat angka kematian bayi atau ibu yang perlu diwaspadai, yang sejalan dengan intervensi kesehatan di daerah padat (seringkali lebih tinggi dari daerah pedesaan terpencil).
  • Kecamatan Banjarharjo & Bantarkawung: Meskipun rural, wilayah ini terkadang menunjukkan angka kematian yang fluktuatif dibandingkan jumlah kelahiran baru, terutama jika ada masalah akses kesehatan.
Faktor Penyebab (Proyeksi 2026):
  1. Keberhasilan Program KB: Penurunan angka kelahiran yang diharapkan turun menjadi sekitar 2,1%.
  2. Peningkatan Akses Kesehatan: Penanganan kematian ibu dan anak (KIA) sedang menjadi fokus, namun angka kematian secara umum tetap ada seiring peningkatan usia penduduk.
  3. Migrasi keluar: Penduduk usia produktif sering bermigrasi keluar dari wilayah tersebut.
Catatan: Data akurat per kecamatan untuk tahun 2026 secara penuh biasanya dirilis oleh BPS dalam "Kabupaten Brebes Dalam Angka 2026" (biasanya rilis bulan Februari/Maret 2026).

No comments:

Post a Comment