Membangun kilang minyak skala besar yang baru biasanya membutuhkan waktu 5 hingga 10 tahun atau lebih, dengan sebagian besar waktu tersebut (seringkali beberapa tahun) dihabiskan untuk perencanaan, perizinan, dan pengamanan persetujuan sebelum konstruksi fisik dimulai, yang sendiri dapat memakan waktu 3-5 tahun lagi untuk proyek besar. Seluruh proses dari konsep hingga pengoperasian untuk kilang "greenfield" memakan waktu lama karena peraturan yang kompleks, pemilihan lokasi, kebutuhan infrastruktur, dan rekayasa, meskipun pabrik yang lebih kecil atau khusus mungkin lebih cepat.Faktor-faktor Kunci yang Mempengaruhi Jangka Waktu:Perizinan & Peraturan: Mendapatkan persetujuan lingkungan dan pemerintah seringkali merupakan fase terlama, terkadang membutuhkan waktu 5-10 tahun saja.Lokasi & Infrastruktur: Membangun di lokasi baru membutuhkan infrastruktur baru seperti fasilitas kelautan, pipa, dan listrik, yang menambah waktu bertahun-tahun. Ukuran & Kompleksitas: Kilang yang lebih besar dan kompleks dengan unit pengolahan canggih membutuhkan waktu lebih lama untuk dibangun daripada yang lebih kecil.Rekayasa & Pengadaan: Studi rekayasa terperinci dan pengamanan peralatan khusus (seperti kolom distilasi) menambah waktu yang cukup besar.Lokasi: Faktor geopolitik dan penentangan masyarakat setempat (NIMBYism) dapat secara signifikan menunda proyek.Contoh Jangka Waktu:Greenfield (Lokasi Baru): 5-7 tahun untuk kilang berukuran rata-rata dari awal hingga selesai, dengan konstruksi seringkali 3-5 tahun.Konsep hingga Komisioning (Keseluruhan): 3 hingga 5 tahun, tetapi ini seringkali melewati tahap perencanaan awal yang panjang.Sebaliknya, pabrik minyak limbah atau pirolisis yang lebih kecil dapat jauh lebih cepat (beberapa bulan), sementara proyek-proyek besar seperti LNG Gorgon di Australia membutuhkan waktu puluhan tahun dari penemuan hingga produksi.